Kebudayaaan Beserta Contohnya

Ilmu Sosial Dasar
Nama  : Erik Arnada
Universitas Gunadarma
Dosen : Ahmad Nasher

Kali ini saya akan membahas tentang kebudayaan beserta contohnya, dan yang akan saya bahas adalah kebudayaan sekura dari lampung.



1. SEKURA
    Sekura atau sekuraan berasal dari masyrakat Belalau Bukit Pesagi, Sekala Beghak dan suku Lampung Barat. Biasanya sekura atau sekuraan ditampilkan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri dan perayaan khusus di Kota Agung, Tanggamus. Terdapat dua macam sekura atau sekuraan, yaitu:

a. Sekura Kamak
   Sekura Kamak berfungsi untuk menghibur.
Ciri-ciri sekura kamak.
a. Pakaian yang dipakai dari bebulungan diikatkan di anggota badan.
b. Topengnya kotor.
c. Tingkahnya mengundang kelucuan pada penonton.
d. Yang memakai topeng adalah pemuda yang sudah menikah.


     Gambar sekura kamak

b. Sekura Kecah
Sekura kecah ialah sekura yang baik.
Ciri-cirinya:
a. Kostum yang dipakai bersih dan rapih.
b. Yang memakai adalah gadis.
Fungsi sekura ini ialah untuk meramaikan suasana dan megawal saudara-saudara.. Sekuraan ini merupakan pentas pencak silat, dan diiringi nyanyian bait-bait pantun Lampung juga diiringi dengan rebana/ tetabuhan. Pantun ini dilafalkan dan ditujukan oleh gadis-gadis yang menyaksikan pementasan itu. Banyaknya sekura tidak dibatasi.
  


 Gambar Sekura Kecah


 2. Sejarah Sekura
 
Skala Beghak
Sekuraan sudah ada sejak masa Kerajaan Skala Beghak (Sekala Brak) yang dipimpin oleh Raja Buay Tumi. Kerajaan ini terletak di Gunung Pesagi, dekat Danau Ranau.  Nama kerajaan Skala Beghak diduga berasal dari kata segakha (segara) dan bekhkhak  (luas), yang berarti genangan air yang luas, yaitu Danau Ranau.
Masyarakat Buay Tumi adalah suku Lampung yang paling awal mendiami tanah Lampung. Sebagai masyarakat yang masih menganut kepercayaan animisme, pada masa itu sekuraan dilakukan untuk memanggil roh-roh nenek moyang pada saat pesta panen atau pada saat terjadi bencana. 

Untuk Hiburan
Pada abad ke-13, ketika beberapa tokoh penyebar agama Islam dari Pagaruyung berhasil menundukkan Kerajaan Buay Tumi yang dipimpin oleh Ratu Sekekhummong, tradisi sekuraan tetap hidup, namun berkembang menjadi kesenian rakyat. 
Sekuraan merupakan salah satu budaya asli Lampung. Meskipun acara ini dilakukan pada awal bulan Syawal  atau pada saat Lebaran, sekuraan tidak ada hubungannya dengan Islam.  Pesta sekura digelar pada hari Lebaran karena pada saat itu semua keluarga berkumpul.  Sebagai ungkapan kegembiraan, mereka pun menyelenggarakan pesta  lucu-lucuan ini.
Sekarang, selain untuk hiburan, sekuraan juga dipentaskan untuk memeriahkan festival budaya di Lampung. Seperti, Festival Teluk Semaka,  Festival Teluk Stabas , Festival Danau Ranau, dan Festival Krakatau.

Contoh sekura:
 









Kesimpulan:
Sekura adalah tradisi dari lampung yang unik dan menjadi daya tarik wisatawan, kebudayaan sekura sangat identik dengan lampung barat. kebudayaan topeng sekura juga merupakan wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan juga untuk melestarikan kebudayaan. pesta adat sekura biasanya di adakan setiap bulan syawal oleh masyarakat lampung barat.



Sumber:http://kidnesia.com/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Lampung/Seni-Budaya/Sekura-Si-Topeng-Lampung
https://sikamala.com/2010/01/24/sekura-dan-tuping/
http://sasmiati.mywapblog.com/pesta-sekura-ulang-tahun-kabupaten-lampu.xhtml



 

Komentar

Postingan Populer