Audit Teknologi Sistem Informasi
Erik Arnada
12116361
4KA26
12116361
4KA26
Audit Teknologi Informasi
A. Pengertian IT Audit
Audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Dalam pelaksanaanya, auditor TI mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survey, wawancara, observasi dan review dokumentasi.Satu hal yang unik, bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor biasanya mencakup pula bukti elktronis. Biasanya, auditor TI menerapkan teknik audit berbantuan computer, disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Teknik ini digunakan untuk menganalisa data, misalnya saha data transaksi penjualan, pembelian,transaksi aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan lain-lain.
B. Tujuan IT Audit
1. Availability ketersediaan informasi, apakah informasi pada perusahaan dapat menjamin ketersediaan informasi dapat dengan mudah tersedia setiap saat.
2. Confidentiality / kerahasiaan informasi, apakah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi perusahaan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berhak dan memiliki otorisasi.
3. Integrity, apakah informasi yang tersedia akurat, handal, dan tepat waktu.
C. Alasan
Saat ini perusahaan dan organisasi banyak menghabiskan dana untuk investasidibidang IT. Manfaat IT dalam peningkatan layanan dan proses kerja sebuahorganisasi sangat terasa. Dengan investasi yang cukup besar organisasi perlumemastikan kehandalan dan keamanan dari sistem IT yang akan digunakan. Sistem IT juga harus mampu memenui kebutuhan proses kerja, mampu mengurangi resikodata di sabotasi, kehilangan data, gangguan layanan dan manajemen yang buruk dari sistem IT.
D. Akibat
Pengaruh pengendalian umum tehadap perubahan perangkat lunak jika klien mengganti perangkat lunak aplikasi, hal itu akan mempengaruhi ketergantunganauditor pada pengendalian yang terotorisasi.Memahami pengendalian umum klien biasanya auditor memperolehinformasi tentang pengendalian umum dan aplikasi melalui cara-cara berikut:a. Mewawancara personil TI dan para pemakai kunci b. Memeriksa dokumentasi sistem seperti bagian arus, manual pemakai, permintaan perubahan program, dan hasil pengujian.c. Mereview kuesioner terinci yang diselesaikan oleh staf TI.Mengaitkan pengendalian TI dengan tujuan audit yang berkkaitan dengan transaksi biasanya auditor tidak menghubungkan pengendalian dan defisiensi pengendalianumum dengan tujuan audit khusus ysng berkaitan dengan transaksi.Pengaruh pengendalian TI terhadap pengujian substantif setelah mengidentifikasi pengendalian aplikasi khusus yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko pengendalian, auditor lalu mengurangi pengujian substantif.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Audit Sistem Informasi (SI) sebagai audit operasional terhadapfungsi sistem informasi (IT governance), audit objective-nya adalah melakukanassessment terhadap efektifitas, efisiensi, dan ekonomis tidaknya pengelolaan sisteminformasi suatu organisasi.Audit SI dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen puncak agar manajemen mempunyai “a clear assessment” terhadap sistem informasi yang diimplementasikan pada organisasi tersebut. Misalnya, bahwa application softwareyang ada telah dianalisis dan didesain dengan baik, telah diimplementasikan dengansecurity features yang memadai.Perlu dipahami bahwa audit SI tidak harus selalu merupakan penugasan lengkapmencakup seluruh aspek. Penugasan audit SI mungkin mencakup semua, tetapi bisadengan beberapa variasi, atau beberapa aspek saja: suatu audit mungkin hanyamenitikberatkan fokus pada satu aspek saja, atau beberapa aspek yang penting sesuaikebutuhan organisasi tersebut.
Reference:
Komentar
Posting Komentar